Ainiyah, Nur (2024) Sosiologi Patriarki dalam Al-Qur’an: Studi Hermeneutika Double-Movement Fazlur Rahman terhadap Ayat Nusyuz dan Kesaksian. Diploma thesis, INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MADURA.
![]() |
Text
A. Nur Ainiyah_20384012048_cover_IQT.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
B. Nur Ainiyah_20384012048_lembar persetujuan_IQT.pdf Download (815kB) |
![]() |
Text
C. Nur Ainiyah_20384012048_lembar pengesahan_IQT.pdf Download (815kB) |
![]() |
Text
E. Nur Ainiyah_20384012048_abstrak_IQT.pdf Download (3MB) |
![]() |
Text
H. Nur Ainiyah_20384012048_daftar isi_IQT.pdf Download (240kB) |
![]() |
Text
L. Nur Ainiyah_20384012048_bab 1_IQT.pdf Download (303kB) |
![]() |
Text
M. Nur Ainiyah_20384012048_bab 2_IQT.pdf Restricted to Repository staff only Download (537kB) |
![]() |
Text
N. Nur Ainiyah_20384012048_bab 3_IQT.pdf Restricted to Repository staff only Download (141kB) |
![]() |
Text
O. Nur Ainiyah_20384012048_bab 4_IQT.pdf Download (613kB) |
![]() |
Text
P. Nur Ainiyah_20384012048_bab 5_IQT.pdf Restricted to Repository staff only Download (114kB) |
![]() |
Text
Q. Nur Ainiyah_20384012048_daftar pustaka_IQT.pdf Download (199kB) |
![]() |
Text
R. Nur Ainiyah_20384012048_pernyataan keaslian tulisan_IQT.pdf Download (815kB) |
Abstract
Kata kunci: Sosiologi; Patriarki; Nusyuz; Kesaksian; dan Al-Qur’an Sistem patriarki yang baku sejak dulu (dan sampai saat ini masih) mendominasi masyarakat telah mensubordinasi perempuan dan tak ayal membuat perempuan termarginalkan. Hal ini menjadi rahasia umum bahwa laki-laki di sepanjang zaman dan melalui sistem sosial selalu berada pada hierarki teratas sedangkan perempuan menjadi opsi kedua setelahnya. Dalih doktrin agama dan Al-Qur’an juga tidak luput dijadikan alat legitimasi dengan menjadikan kalam-kalam Ilahi sebagai pendukung patriarkisme dalam Islam. Kenyataan pahit ini divalidasi dengan adanya tekstual ayat Al-Qur’an yang melalui penafsiran tertentu mengakibatkan kesenjangan dan subordinasi perempuan, seperti dalam ayat-ayat nusyuz (QS. an-Nisā’ [4]: 34 dan 128) dan kesaksian (QS. al-Baqarah [2]: 282). Dengan demikian, berdasarkan permasalahan tersebut di atas penulis merumuskan dua pertanyaan besar dalam penelitian ini; 1) bagaimana metode penafsiran double movement Fazlur Rahman terhadap ayat-ayat dengan nuansa patriarki dalam Al-Qur’an yang berpusat pada persoalan nusyuz dan kesaksian?, dan 2) bagaimana sosiologi Al-Qur’an terhadap ayat-ayat nusyuz dan kesaksian? Melalui penelitian ini penulis berusaha mengungkap penafsiran double-movement Fazlur Rahman serta analisis sosiologi Al-Qur’an mendalam terhadap ayat-ayat nusyuz dan kesaksian dalam Al-Qur’an. Dengan metode double-movement (gerakan ganda), penulis berupaya untuk memberikan interpretasi holistik dan komprehensif terkait dengan ayat nusyuz dan kesaksian, tanpa mencampakkan historisitas ayat. Hasil interpretasi dari mekanisme gerakan ganda ini kemudian dianalisis dengan pendekatan sosiologi modern untuk mengungkap aspek-aspek sosial yang melingkupi serta mengitari ayat nusyuz dan kesaksian yang menjadi rasio logis terhadap narasi-narasi yang disusun Al-Qur’an. Dari hasil analisis ini ditemukan bahwa ayat nusyuz dan kesaksian tersebut merupakan ayat yang harus dipahami dalam konteks sosio-kultural, bukan semata pada ranah normatif-teologis. Sehingga, ketika telah mengetahui ideal moral sebagai dasar suatu ayat, maka implementasi makna juga dapat disesuaikan dengan konteksnya. Pada hakikatnya, ayat-ayat nusyuz bukan berbicara seperti redaksi yang dipahami dan ditafsiri oleh sebagian kalangan dengan bias patriarkis, namun mengenai inti nasihat dari ayat tersebut. Al-Qur’an ingin menjelaskan bahwa pasangan suami istri seharusnya membangun kehidupan berumah tangga yang ideal dengan pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing sehingga terbentuk suatu keluarga yang sejahtera dan harmonis. Demikian pun dengan ayat kesaksian yang menrcerminkan keadilan yang diidealkan Al-Qur’an dalam bentuk terpeliharanya harta kekayaan seseorang melalui pencatatan utang piutang dalam muamalah. Narasi Al-Qur’an yang terkesan mensubordinasi perempuan menjadi logis (masuk akal) untuk konteks saat itu karena dipahami dengan instrumen analisis sosiologis. Dalam ayat nusyuz dan kesaksian diketahui bahwa adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan latensi begitu dipertimbangkan dengan detail oleh Al-Qur’an.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics P Language and Literature > PN Literature (General) |
Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Dakwah > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
Depositing User: | Mrs Elhamah Nandika Bintan |
Date Deposited: | 13 Mar 2025 04:56 |
Last Modified: | 13 Mar 2025 04:56 |
URI: | http://etheses.iainmadura.ac.id/id/eprint/8128 |
Downloads
Downloads per month over past year

Origin of downloads

Actions (login required)
![]() |
View Item |